Panduan Kehidupan Muslim di Edinburgh

 

Assalaamu’alaykum teman-teman, terutama saya tujukan bagi yang baru akan tiba di Edinburgh untuk tahun ajaran 2014-2015. Ada beberapa hal yang ingin saya share, inshaaAllah untuk membantu kehidupan spiritual teman-teman di Edinburgh, supaya tidak terkejut dan tidak bingung.

 

  1. Islamic Societies
  • Kampus

Bagi mahasiswa Edinburgh University khususnya, ada baiknya bergabung dengan Islamic Society of Edinburgh University. Di sana bisa sharing dengan Muslim dari berbagai Negara, dan juga beraktivitas dengan baik sambil saling mengingatkan dalam ibadah serta kebaikan, inshaaAllah. Presiden 2014-2015 adalah Shahrukh Mirza (Medicine) dan wakilnya Mariam Berrada (Neuroscience), bisa di search di facebook. Kalo ada yang namanya sama, liat mana yang friend sama aku. Ini page mereka:

https://www.facebook.com/isoced?fref=ts

Mereka juga ada group, tapi itu nanti untuk member aktif. Jadi nanti mungkin setelah meeting pertama akan di add. Dulu sih mereka meetingnya di Chaplaincy, Bristo Square, setiap Selasa, jamnya menyesuaikan, silahkan lihat announcementnya. Nah, ikuti page facebook mereka untuk tahu kapan mereka ada opening dinnernya sekalian perkenalan.

Bagi yang di Herriot-Watt atau Napier, kayaknya mereka juga punya Islamic Society tapi aku nggak ada kontaknya.

  • KIBAR Edinburgh

Ini adalah Islamic Society yang paling bagus se-Britania Raya (LoL). Saya selaku coordinator sangat khawatir sebetulnya. Kami baru memulai aktivitas lagi adalah sekitar 3 bulanan kalau tidak salah (konon setelah vakum beberapa tahun). NAH NAH ternyata kok semua yang aktif malah udah mau pulang Agustus-September 2014.

Lalu saya baru ingat ada Ustadz Al Mukarom Sayyidina Mawlana Anto Jono (hehe damai mas) yang Mastersnya dimulai Januari lalu. Nah, mohon bantu beliau dalam mengkoordinir dan juga melantik coordinator baru untuk 2014-2015. Mohon teruskan estafetnya ya. Gabung juga di grup KIBAR UK:

https://www.facebook.com/groups/KIBAR.UK/

  1. Masjid

Di Edinburgh ada beberapa masjid, inshaaAllah aku ceritakan tentang yang dekat-dekat dengan area Edinburgh University (karena tahunya Cuma yang itu hahaha).

  • Edinburgh Central Mosque

Ini masjid yang dibangun dengan dana dari Saudi Arabia, satu-satunya masjid di Edinburgh yang memang dari awal dibangun sebagai masjid. Masjid ini sangat internasional, teman-teman akan melihat beraneka ragam jenis kelompok latar belakang Negara, dan madzhab fiqih.

Sayangnya masjid ini belum punya Imam yang permanen, sehingga punya beberapa Imam volunteer dari masyarakat sekitar atau mahasiswa, diantaranya Majd (Syria), Yahya Barry (Gambia, tapi sedang riset di Swedia, mungkin baru kembali sekitar 4-5 bulan lagi), Adl (Saudi), Abdel Adzeem (Libya, yang ini masih muda banget tapi satu satunya yang hafidzul Qur’an alias hafal Qur’an 30 juz!). Para imam ini selain memimpin shalat dan berkhutbah, juga bisa jadi tempat kalian curhat atau bertanya tentang islam. Selain para imam, bisa juga bertanya ke Janice yang bekerja di administrasi masjid. Beliau seorang convert yang sudah senior dan juga aktif mengajar.

Ada beberapa grup pengajian:

  • Brothers Study Circle by Muslim Association of Britain (tiap Jumat sore atau malam, jadwal akan diumumkan melalui email. Ini sulit tetap karena waktu shalat agak galau). Ini membahas beraneka ragam topic, kadang-kadang Sirah Rasul, Fiqih sehari hari, tafsir, tazkia, dll. Khusus pria.
  • Qur’an circle, untuk membetulkan tajwid dan bacaan. Ini juga jadwalnya kurang jelas sih, dan bisa ditanyakan langsung ke Imam. Biasanya Majd yang mengkoordinir ini. Khusus pria.
  • Sister tajweed class, untuk membetulkan tajwid dan bacaan (jadwal ada di catatan saya, tapi lupa taro dimana haha). Khusus wanita.
  • Sister tafseer class, membahas surah surah dalam Al Quran dengan lebih mendalam (jadwal idem). Khusus wanita.
  • Sister study circle, mirip brothers study circle, yang dikoordinir oleh Janice (jadwal idem). Khusus wanita.
  • Beraneka ragam kelas lain yang ad-hoc, bisa dilihat pengumumannya di masjid akan ditempel

Khutbah biasanya dilakukan dalam dua Bahasa: arab dan Inggris (kontennya sama, jadi inshaaAllah tidak akan kelewatan apa-apa). Tapi terkadang dapat kunjungan Sheikh dari Negara Arab, dengan khutbah full arab.

Website: http://edmosque.com/

  • Roxburgh Mosque

Ini adalah masjid pertama di Edinburgh, yang sebetulnya merupakan sebuah flat tapi dialihfungsikan. Masjid ini terletak di Roxburgh Street, Imamnya bernama Sheikh ‘Amr, dan dikelola oleh Muslim Pakistan dan bermadzhab Hanafi. Walau madzhab Hanafi, terkadang kalau diskusi mereka sangat tertarik untuk masukan dari teman-teman yang bermadzhab berbeda misalnya saya sendiri yang (seperti mayoritas teman-teman dari Indonesia dan Malaysia) bermadzhab Shafi’i.

Masjid ini lebih kecil, dan jauh lebih hangat dibandingkan central mosque baik dalam hal temperature ruangan maupun keramahan orang-orangnya. Bukannya central mosque tidak ramah, tapi banyak sekali orang dari beraneka ragam tempat dan kelompok atau orang lewat, sehingga mengelompok sendiri-sendiri. Sedangkan di Roxburgh, mereka satu komunitas dan guyub.

Jamaah jamaah dari masjid ini banyak yang ikut grup Jamaah Tabligh, dan sering mendapatkan kunjungan dari grup Jamaah Tabligh dari kota atau Negara lain. Bagi yang kurang tau apa itu Jamaah Tabligh, intinya sih mereka sering jalan-jalan ke masjid lain di kota/Negara lain, lalu mengadakan ceramah-ceramah untuk mengingatkan penduduk sekitar tentang kebesaran Allah s.w.t. dan jangan larut dalam keduniawian saja (dan ngajak makan makan yeay ^_^). Mereka orang-orang yang sangat baik, dan sangat disarankan untuk sesekali main ke masjid ini dan menjaga silaturahmi dengan mereka.

Bagi teman-teman yang ingin membenarkan tajwid, juga bisa bicara langsung dengan Sheikh ‘Amr, dan bisa dibantu.

Tidak disarankan shalat jumat di sini, karena dilakukan dalam dua Bahasa: Arab dan Urdhu.

 

  • Dan lain sebagainya

Selain masjid di atas ada beberapa masjid lain, misalnya Iqra Academy yang bekas gereja sekitar 30 menit jalan kaki ke selatan dari Nicolson Street, Annandale Mosque (ada dua, satu dikelola oleh Muslim Pakistani, dan yang satu oleh Bengali) di Annandale Street, Polwarth Mosque, Blackhall, etc.

 

  1. Halal food

Lengkapi diri dengan pengetahuan dasar tentang dua hal:

  • Fiqih dasar tentang makanan halal, misalnya apa yang halal dan tidak halal, serta prinsip prinsipnya. Tapi ingatlah bahwa prinsip dasarnya adalah “semua halal kecuali dapat dipastikan ketidak halalannya”. Ada pendapat yang memudahkan agak jauh, yaitu “daging sembelihan ahli kitab itu halal” dan UK Negara Kristen, sehingga anggap semua sapi ayam kambing halal. Aku tidak menyarankan ini, karena (i) sudah banyak yang mendokumentasikan cara mereka menyembelih dan tidak manusiawi, dan (ii) Kristen di sini banyak sekali yang non-religius bahkan banyak atheist/agnostic, jadi aku pribadi menghindari yang Tapi silahkan, ini kan pilihan pribadi dan pendapat yang menghalalkan juga bukan pendapat asal-asalan juga.
  • Nama-nama dan istilah istilah lain dari makanan tidak halal. Misalnya “Lard”, itu adalah lemak babi, yang dipakai sebagai mentega masak. Kalau belum pernah dengar istilah tersebut bisa jadi tidak tahu kan?

Lalu, ada beberapa hal lagi.

Ada lumayan banyak tempat makan halal di sekitar area kampus, beberapa di antaranya adalah: Mosque Kitchen (ada dua di sekitar Central Mosque) yang  menjual makanan pakistan, Palmyra di sebrang Nicolson Square menjual makanan Mediterania, Thai Kitchen dan Nawrooz (middle east and persian, tapi relatif mahal di sini) di samping pintu depan Central Mosque, Kebab Mahal di samping Nicolson Square, dan lebih banyak lagi. Perlu diperhatikan bahwa biasanya jelas kok tanda halal di depan restorannya. Berhati-hatilah ada beberapa rumah makan yang punya menu halal dan non-halal, misalnya Yocoko di Nicolson Street dan Kampung Ah Lee di Clerk Street. Saya masih tidak keberatan makan di sana, karena dikelola oleh Chinese Malaysia. Jadi harapan saya mereka paham juga untuk memisahkan makanan halal dan non-halal, dan tanya juga menu mana yang halal kepada waiter.

Untuk bahan mentah dan halal butcher, di sekitar area kampus juga lumayan banyak dan mengumpul tidak jauh dari Central Mosque. Mudahlah mencarinya, inshaaAllah. Nah, di Tesco Metro di Clerk Street ada juga jual daging halal tapi ingat tidak semua dagingnya halal. Jelas kok labelnya, dan ada raknya sendiri. Untuk area-area selain sekitar central mosque, mungkin coba tanya teman-teman lain ya hahaha maaf saya ndak tahu.

 

  1. Shalat

Setiap Masjid biasanya mencetak jadwal shalat selama sebulan, dan bisa diambil di masjid. Ada baiknya selalu mengantongi jadwal ini dalam saku. Kalau di Indonesia yang dilewati khatulistiwa, waktu shalat relatif stabil. Kalau di UK, waktu shalat bisa berubah dengan saaaaaaaaangat drastis. Karena itulah, jangan sampai lewat waktu shalat hanya karena teledor.

Selain itu, mungkin ada baiknya membawa kompas khusus untuk menunjukkan arah kiblat. Sangat membantu, kalau misalnya sedang jalan-jalan dan nggak dekat masjid.

  1. Ramadhan

Sampai 2015, inshaaAllah Edinburgh puasanya saat Summer, dan waktunya relatif panjang. Ramadhan 2014 puncak-puncaknya jam 2.51am-10.06pm. Ada dua rekomendasi saya untuk teman-teman supaya tidak kaget:

  • Dari winter (sekitar Desember-Januari) mulailah puasa sunnah senin-kamis. Selain untuk pahalanya, kebetulan winter itu puasanya sebentar (subuh jam 8.30am, maghrib jam 3.50pm). Nah, nanti akan makin panjang makin panjang. Kalau terus terus puasa senin-kamis, inshaaAllah pelan-pelan akan adaptasi dengan waktu puasa yang akan terus-menerus memanjang.
  • Sekitar 1-2 bulan sebelum Ramadhan, mulai biasakan begadang dari isha-subuh. Selain bisa untuk qiyaamul layl (dan/atau ngerjain disertasi hehe), bisa untuk persiapan Ramadhan. Puncaknya itu, maghrib jam 10.06pm, takjil dan shalat kira-kira sampai 10.30. Lalu isha jam 11 lanjut tarawih kalau di Central Mosque sampai sekitar 00.15 (8 rakaat + 3 witir. Bisa di rumah sih, tapi kan Ramadhan masa nggak mau dipol2in? hehe). Subuhnya jam 2.51. Kalau tidur dulu kan tanggung, dan takut tidak terbangun. Nah kalau tiba-tiba langsung begadang, akan agak berat nanti. Karena itulah, lebih baik mulai coba begadang dari 1-2 bulan sebelum Ramadhan. Berkah lainnya adalah puasa akan terasa lebih pendek, karena jika tidur setelah subuh lalu bangun sekitar jam 10-11am, maka puasa jadi kurang lebih cuma 11-12 jam saja.

Selain itu, kenali juga kebiasaan di berbagai masjid dalam menjalankan ibadah. Beberapa yang unik:

  • Central Mosque: Tarawih 8 rakaat, takjil kurma buah dan kue kue, tapi lalu ada kotak-kotak makanan yang dibagikan. Lalu kalau turun ke exhibition hall setelah shalat maghrib, di sana ada jamaah-jamaah yang saling bertukar makanan yang mereka buat di rumah. Sangat disarankan untuk sekali-sekali membawa sesuatu dari rumah untuk dibagi, jangan Cuma melintah. Haha. Selain itu, dia akan ada banyak kelas tambahan untuk siraman rohani.
  • Roxburgh Mosque: kalau tidak salah info tarawih 20 rakaat (soalnya nggak pernah), takjil juga kurma buah kue, tapi makannya sangat guyub. Jadi makannya semua sama-sama di atas karpet plastic yang digelar. As usual, Pakistani food. Mereka ikut interpretasi fiqih yang berbeda, sehingga waktu subuhnya jaaauh lebih pagi –bisa sampai satu setengah jam kalo nggak salah – daripada Central mosque (udah kayak kurang pagi aja ya hahaha). Aku Cuma sekali iftar di sana.
  • Iqra Academy: iftarnya gokil. Porsinya buesar buanget! Pakistani food. Nah, kalau masjid lain itu biasanya takjil kecil dulu, shalat maghrib, baru makan besar, Iqra Academy biasanya langsung hantam makan besar. Baru shalat maghrib. Kalo nggak salah 20 rakaat juga tarawihnya.
  • Polwarth Mosque: saya juga baru dengar ini hari terakhir puasa, setelah buka puasa. Katanya tiap hari menunya berganti-ganti dan sangat enak. Hahaha
  1. Toleransi antar umat

Alhamdulillah Edinburgh adalah kota yang relatif toleran, dibandingkan dengan di England. Mungkin sesekali akan ada-ada saja yang komentar aneh-aneh kalau ada teman-teman yang pakai jilbab dll tapi nggak segitunya kok. InshaaAllah, all is well. Islamic Society of Edinburgh University aktif  dalam multifaith talk di Chaplaincy (dulu sih tiap rabu), dan saya dipilih untuk mewakili umat Muslim di forum tersebut. Kegiatan ini positif, menurut saya terutama karena kita bisa membantu umat agama lain paham dengan islam.

Nah, tapi satu hal lagi yang perlu dipersiapkan adalah kalau di kelas atau di jalan ditanya orang tentang Islam. InshaaAllah kalau teman-teman sudah baca-baca atau mempelajari lebih dalam tentang Islam jadi bisa lah menjawab, tapi perlu diingat dua hal:

  • Kalau misalnya teman-teman tidak tahu, lebih baik jujur saja bilang tidak tahu daripada asal menjawab sekenanya. Kalau yang bertanya adalah teman kelas atau orang yang akan sering ditemui, bisa bilang “saya nggak tau, nanti saya tanya dulu yang lebih paham, dan nanti saya kasih tau lagi”. Nah di sinilah silahkan bicara dengan teman yang paham, atau lebih aku sarankan tanya kepada Imam masjid. Mereka ramah banget kok.
  • Siap-siap dengan pertanyaan yang mungkin teman-teman agak aneh-aneh, karena beda latar belakang orang ya beda persepsi dan ekspektasi kan. Misalnya ada seorang teman muslimah dari Indonesia ditanya kenapa tidak mau dansa berpasangan, dan dia menjawab “saya mau menyimpan untuk suami saya nanti”. Lalu ditanya balik “kenapa harus menikah sih, sampai segitunya?”. Nah sang Muslimah agak pusing juga, dan sangat wajar, karena bagi mayoritas orang Indonesia (agama apapun) rasanya pernikahan itu ya memang suatu kelaziman dan aneh kalau tidak mau. Kalau ada yang bertanya tinggal “lah masa ga mau nikah?”. Kalo di UK, banyak buaaaaanget yang memilih untuk tidak menikah dan kumpul kebo aja. Sangat sangat lazim.

Inilah pentingnya untuk teman-teman aktif ke masjid, Islamic Society, dan jangan malu-malu bertanya kepada Imam. Itu penyakit orang Indonesia sejak kita masih TK, tapi teman-teman kan orang berpendidikan yang mengambil Master atau Ph.D di luar negeri pula. Plus, terkadang pertanyaan-pertanyaan ini mengekspose kekurangan ilmu kita yang bisa jadi positif (sehingga kita jadi belajar lagi, lalu menambah keimanan kita), atau malah negative (karena males atau malu bertanya, akhirnya malah menurunkan keimanan).

Demikian yang kepikiran sekarang. Kalo ada yang menurut teman-teman perlu ditambahkan, monggo ya ditambahkan atau diingatkan, inshaaAllah post ini akan saya update. Besar harapan saya supaya teman-teman tidak berkurang religiusitasnya saat berpindah ke Negara mayoritas non-Muslim, atau malah bisa bertambah kuat ibadahnya, inshaaAllah.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
29 − 1 =