Letto mengawali syairnya: “Satu detik lalu Dua hati terbang tinggi Lihat indahnya dunia Membuat hati terbawa” Lebih enak hidup dalam mimpi, memang. Semua diciptakan olehku, seindah mata dan seindah rasa, tanpa kenal realita. Tanpa ingat apa kebenaran, hingga hati pun terbawa jauh. Firman Allah: أَلۡهَٮٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ (Perlomba-lombaan dalam keduniawian telah melalaikan kamu [QS 102:1])