Macam-Macam Jawaban Mahasiswa (Illustrated)

Selama beberapa tahun saya mengajar, ada beberapa spesies jawaban mahasiswa yang biasa saya temukan. Berikut adalah beberapa jenis yang paling sering saya temukan. Kalau ada, saya foto contoh-contohnya, inshaaAllah anonymous.

.

Jenis Pertama: Mahasiswa Teladan

Mahasiswa yang ini menjawab pertanyaan sesuai dengan yang diminta, tanpa bertele-tele, dan akurat. Silahkan lihat pembahasan soal-soal ujian yang pernah saya lakukan, nah jawaban yang betul itu biasanya juga diberikan oleh mahasiswa-mahasiswa jenis ini.

.

Jenis Kedua: Mahasiswa Tidak Belajar Lagi Tidak Kreatif

Mahasiswa yang ini, kalau tidak tahu jawabannya akan simply menulis nomer soal tapi mengosongkan jawabannya, dan memberi space dengan nomer sebelum dan setelahnya.

.

Jenis Ketiga: Mahasiswa ‘Zaman Now’

Mahasiswa yang ini kesulitan membedakan antara ngobrol dengan kawan sebaya dengan menulis ujian ilmiah.

(ternyata jidat itu enak)

.

Jenis Keempat: Mahasiswa Ekspresif

Mahasiswa yang ini merasa tidak cukup mengekspresikan jawabannya dengan tulisan, melainkan harus menggambar juga.

(yang tinta merah itu dosennya ga tahan ikut-ikutan gambar)

.

Jenis Kelima: Mahasiswa Mujtahid

Mahasiswa jenis ini dapat menciptakan ilmu baru yang tidak pernah diajarkan di kelas, atau bahkan di manapun.

.

Ilustrasi yang tidak verbatim, tapi nyata pernah terjadi:

Soal: Jelaskan perbedaan antara teori deklaratif dan konstitutif terkait fungsi pengakuan sebagai syarat berdirinya suatu negara!

Jawaban Mahasiswa Mujtahid: Teori konstitutif maksudnya pengakuan berada di konstitusi negara tersebut, sedangkan teori deklaratif maksudnya negara mendeklarasikan pengakuannya.

Catatan Pak Dosen: tidak satu pun bagian dari jawaban di atas benar.

.

Jenis Keenam: Mahasiswa ‘Paling Teliti’

Mahasiswa ini biasanya sering luput pada salah satu kunci penting pada soal. Misalnya kata “kecuali” tidak terbaca.

(ini betul-betul pernah terjadi!)

.

Jenis Ketujuh: Mahasiswa Pengantar

Mahasiswa ini akan menghabiskan banyak waktu dan kata untuk menjelaskan latar-belakang dari jawabannya sebelum masuk ke jawabannya itu sendiri.

.

Ilustrasi yang tidak verbatim, tapi nyata pernah terjadi:

Soal: Sebut dan Jelaskan Unsur-Unsur Hukum Kebiasaan Internasional

Jawaban Mahasiswa Pengantar: Hukum Kebiasaan adalah salah satu sumber hukum internasional yang disebutkan dalam Pasal 38(1) Statuta Mahkamah Internasional. Akan tetapi, jauh sebelum mahkamah internasional berdiri pada tahun 1945, masyarakat internasional telah lama sekali mengenalnya. Bahkan sejak jauh sebelum era Modern State, actor-aktor hukum internasional (kerajaan, suku, city-state dan lain-lain), telah berhukum dengan menggunakan kebiasaan internasional sebagai salah satu sumber hukum di samping perjanjian internasional. Antara lain kebiasaan-kebiasaan yang telah lama dikenal termasuk larangan menyakiti utusan atau perwakilan negara lain walaupun sedang berperang, dan lain sebagainya.

Catatan Pak Dosen: Paragaf Panjang di atas sama sekali belum menyebut apalagi menjelaskan apa itu unsur-unsur hukum kebiasaan internasional.

.

Jenis Kedelapan: Mahasiswa Pemohon Ampunan

Mahasiswa tipe seperti ini seringkali menuliskan ‘surat cinta’ untuk dosennya.

.

Ilustrasi yang tidak verbatim, tapi nyata pernah terjadi:

Soal: Berdasarkan kasus di atas, berikanlah argument-argumen untuk mendukung negara A!

Jawaban Mahasiswa Pemohon Ampun: Mohon maaf mas saya tidak bisa menjawabnya. Tapi saya mahasiswa semester 12, sudah mengulang mata kuliah ini beberapa kali tapi masih belum lulus juga. Mohon kebijaksanaannya mas, karena saya betul-betul sudah mentok

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *