Tips Presentasi Saat Sidang Skripsi (atau Presentasi Lain Pun Oke)

Sebenarnya pesan ini ditujukan untuk mahasiswa bimbingan saya yang mau sidang skripsi sebentar lagi, dan saya share sekalian di grup WA anak-anak bimbingan skripsi saya. Tapi barangkali akan bermanfaat juga kalau saya share untuk semua sekalian di blog ini.

Perlu dicatat bahwa konteks tulisan ini adalah untuk ujian sidang skripsi di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Bisa jadi ada detil yang berbeda untuk bidang lain, kampus lain, dan lain sebagainya, monggo disesuaikan tapi mudah-mudahan prinsip umumnya bisa diterapkan untuk semua.

  1. Saat sidang skripsi, mahasiswa biasanya diberi 10 menit untuk mempresentasikan skripsinya. Mungkin konteks sidang atau presentasi lainnya bisa bervariasi waktunya, silahkan disesuaikan.
  2. Jangan sampe isi presentasi kalian adalah rangkuman skripsi dari bab 1, 2, 3, 4, 5 ya. Kalo begitu, 99% kasus selama puluhan presentasi yang saya saksikan (saya sendiri nggak pernah begini) pasti yang terjadi (a) waktu habis di bab 1-3, padahal paling penting penguji mau liat analisis, (b) jadinya buru-buru buanget penyampaiannya.
  3. Ingat bahwa percakapan lisan dan tulisan itu pasti berbeda suasana dan tuntutannya. Apalagi dalam hal skripsi, secara tulisan kebanyakan formalitasnya.
  4. Untuk presentasi, buang dulu naskah skripsi kalian. Presentasi itu terikat secara substansi dengan skripsi, tapi tidak terikat secara struktur. Maka: Design your presentation outline from scratch
  5. Berfikirlah audience-oriented: kalau kalian ketemu orang, lalu dia tanya “eh kamu skripsinya tentang apa?” dan punya hanya 10 menit untuk mendengarkan, kira-kira enaknya gimana alur menjawabnya supaya dia paham.
  6. 80-90% presentasi itu untuk analisis. (ya sekalian dengan kesimpulannya lah ya)
  7. 10-20% itu adalah sekadar memperkenalkan issue kepada pendengar supaya dia nggak bingung kok ujug2 langsung analisis, so secukupnya untuk keperluan itu saja. Plus, jangan lupa bahwa penguji itu sudah baca skripsi kalian.
  8. Metode penelitian bisa disebut sambil lalu aja, 1 kalimat cukup. (kecuali kalau bidang kalian memerlukan penjabaran metode yang kompleks, silahkan disesuaikan)
  9. Minimalisir penggunaan slide, mungkin 4-6 juga cukup termasuk hlm pertama dan thank you. Jangan kebanyakan teks, penguji bingung fokus antara baca dan dengerin. Idealnya, mungkin slide isinya (a) short keyword-like headlines, dan/atau (b) charts/gambar/dll yg bersifat visual prompt saja.
  10. Cobalah untuk latihan dengan teman, lebih baik yang sebelumnya nggak tahu tentang skripsi kalian. Tambahan dari Mas Ardianto Budi Rahmawan, S.H., LL.M. (dengan modif): catat pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dalam sidang, dan latih juga artikulasi dan penekanan supaya lebih mantap presentasinya.
  11. Pengalaman saya dalam puluhan presentasi (baik saya sendiri maupun orang lain), action hari-H sering lebih 1-3 menit dari saat latihan. Jadi, ada baiknya latihannya jangan 10 menit melainkan 7-8 menit.
  12. Kadang kita bertemu penguji yang mendebat kita, entah karena sekedar usil atau memang dia berbeda pendapat dengan kita. Ingat, di dunia akademik kita biasa berbeda pendapat dalam berbagai hal apalagi dalam bidang sosio-humaniora. Tetap tenang, jaga emosi, jangan takut, dan tetaplah teguh dalam argumentasi. Jangan mengubah pandangan kita secara drastis sekedar karena mau memuaskan penguji saja. Hal ini berlaku baik dalam sidang maupun dalam revisi. Ini bukan sekedar soal “uji konsistensi”, melainkan soal integritas dan amanah ilmu.
  13. Kadang ketika ujian kita ditegur karena kekeliruan kita. Kalau memang kita keliru pada suatu hal tertentu, maka kita harus mengakui hal tersebut. Misalnya, kita ternyata salah baca statistik tertentu aslinya 71% tapi malah kita tulis 17%, ya akui saja jangan ngotot untuk hal seperti ini. Kalau kekeliruan itu melandasi keseluruhan argumentasi kita, sehingga jadi rontok semua, maka itu harga mahal yang kita bayar atas kealpaan kita dan pembimbing kita. (poin 12-13 adalah atas pertanyaan Aisyah Chairil, S.H.)

PS terkait No. 12: waktu sidang disertasi doktoral saya, salah satu penguji saya adalah professor dari Pakistan yang pendapatnya saya bantah di salah satu bab saya. Alhamdulillah, malah beliau yang memberikan nilai tertinggi dibandingkan penguji lain!

Tips-tips tadi adalah pada saat presentasi. Ada beberapa tip juga menjelang sidang yang tidak secara langsung terkait dengan presentasinya melainkan untuk kesiapan secara umum:

  1. Sebelumnya sudah disampaikan bahwa baiknya latihan presentasi. Tapi selain itu, juga baiknya latihan tanya jawabnya juga. Mungkin agak susah cari teman yang cukup berdedikasi untuk membaca skripsi anda, tapi kalau ada teman yang juga mau sidang barangkali bisa kerjasama.
  2. Secara umum, saya rekomendasikan H-1 jangan buka skripsi lagi. Bikin stress nanti. Mending jalan-jalan, santai, main, gitu ya.
  3. Hari H, jangan sampe sidang dalam keadaan lapar atau sakit perut. JAdi pastikan makan dulu, dan pastikan jangan makan yang aneh-aneh potensi bikin sakit perut.
  4. Pastikan tata tertib sidang menurut aturan kampus masing-masing. Jangan sampai kesalahan yang remeh temeh (semisal dresscode) membuat sidang anda terganjal! (atas usulan dari Ardianto Budi Rahmawan, S.H., LL.M., dengan modifikasi sedikit)

Monggo kalau ada tips-tips lain, silahkan diusulkan, kalau oke saya masukkan (dengan saya credit yang mengusulkan tentunya)

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *