Category: International Law

(Part 1 of 4) Faith4Rights: The Beirut Declaration, and the 18 Commitments: A “Short” Critical Review by a Muslim (Part 1 of 4)

  Introduction The Beirut Declaration and the Faith4Rights are projects of the United Nations Office of the High Commissioner of Human Rights (OHCHR), aimed to show how the faiths in the world are also pro-human rights. To be honest I was not aware of this document until I met Mr Ibrahim Salama (head of OHCHR

Islam, Hukum Internasional, dan Awn Al-Khasawneh

  Banyak yang dengan mudah men-“toghut”-kan hukum internasional, dan mengira ia adalah sekedar hukum buatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Memang betul banyak sekali ke-nyebelin-an PBB, tapi hukum internasional jauh lebih besar dari sekedar PBB saja. Simpelnya, hukum internasional secara tradisional adalah didasari oleh dua hal: perjanjian antar negara dan kebiasaan antara negara, dan itu tidak asing

Memahami Islam dalam Diskursus Hak Asasi Manusia: Peranan “Kewajiban Asasi Manusia” pada Pondasi Ajaran Islam

  Memahami Islam dalam Diskursus Hak Asasi Manusia: Peranan “Kewajiban Asasi Manusia” pada Pondasi Ajaran Islam By Fajri Matahati Muhammadin Debat tentang Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM) selalu panas dan tidak pernah usai. Nampaknya kebanyakan debatnya berada pada perbandingan hak vs hak atau isu-isu tertentu di dunia Islam. Sebagian kurang suka berdebat, dan lebih

Understanding Islam in the Human Rights Discourse: The Role of “Fundamental Responsibilities” at Islam’s Core

  Understanding Islam in the Human Rights Discourse: The Role of “Fundamental Responsibilities” at Islam’s Core By Fajri Matahati Muhammadin Debates on Islam and human rights are always hot and ongoing. It seems that most debates lie on a right-per-right comparison or particular issues in the Muslim world. Some take a more positive approach by

KEINTIMAN DI RKUHP, KONTROVERSI YANG KONTROVERSIAL (TERJEMAHAN JAKARTA POST)

Kemarin baru saja terbit tulisan saya berjudul “Intimacy in Penal Code, Controversial Controversy” di media Jakarta Post. Alhamdulillah, Jakarta Post yang biasanya platformnya cenderung pro-liberal ternyata mau memuat tulisan saya. Barangkali sebagai opini pembanding. Tulisan tersebut berbahasa Inggris, karena Jakarta Post adalah berbahasa Inggris. Atas permintaan beberapa pihak, tulisan tersebut saya terjemahkan ke bahasa Indonesia