Category: International Law

KESALAHAN PENERJEMAHAN TEKS PERJANJIAN INTERNASIONAL: STUDI KASUS PROTOKOL MONTREAL 1987

A. PENDAHULUAN    Beberapa hari yang lalu, seorang mahasiswa saya menghubungi saya untuk mengadu. Dia sedang magang di sebuah lembaga pemerintah, dan ditugaskan untuk mereview suatu naskah perjanjian internasional yang akan diratifikasi oleh Indonesia. Ternyata pendapat mahasiswa saya ini betul. Memang ada beberapa kesalahan penerjemahan, setidaknya di satu pasal yang ditunjukkan pada saya sudah ada dua kesalahan. 

Seputar Jus Cogens

PENGANTAR Mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah hukum internasional mestinya telah mengenali sumber-sumber hukum internasional yang disebutkan dalam Pasal 38 ICJ Statute, yaitu: Perjanjian Internasional Hukum Kebiasaan Internasional Prinsip-prinsip umum hukum Putusan hakim terdahulu Karya-karya pakar hukum Akan tetapi, mestinya kita ketahui juga bahwa masih ada sumber hukum internasional di luar kelima hal tersebut. Contohnya

Apakah Kita Berhak Asal Memfatwa Sesat atau Kafir? Hukum Indonesia vs Hukum Internasional vs Hukum Islam

Pengantar Sekarang di zaman ‘pluralis’ dan ‘toleran’ ini, sangat popular di satu sisi kita mendengar orang berkata “A itu kafir! B itu sesat!”, dan di sisi lain ada yang membantah orang tadi dengan berkata “kita tidak berhak untuk asal memfatwa sesat atau kafir orang lain!”. Menariknya, kecenderungan kalangan intelektual dari golongan kedua itu adalah dari

A Comparison between International Humanitarian Law and Islamic Laws of War: The Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) and Treatment Towards Prisoners of War in Syria

DISCLAIMER BEFORE YOU READ FURTHER! 1. This is originally a dissertation I submitted to obtain my Masters Degree at the University of Edinburgh in 2014. 2. The original title was “A Comparison Between Islamic Laws of War and International Humanitarian Law with Reference to the Present Armed Conflict in Syria”. However, as discussions with my

GENOSIDA: Istilah Secara Hukum vs ‘Penggunaan Populer’

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh,   Istilah genosida atau genocide seringkali muncul di media sebagai nama yang diberikan untuk suatu aksi pembunuhan yang korbannya sangat banyak. Misalnya, Bashar al-Assad melakukan genosida terhadap kaum Ahlus Sunnah di Suriah. Atau, Israel melakukan genosida terhadap kaum Arab dan Muslim di Palestina. Atau, ISIS melakukan genosida terhadap para Yazidi, dan lain