Category Archives: Islam: Submission to Allah

Should Muslims Argue Exceptionalism/Particularism in International Law?

Abstract

This mini-paper takes context of a Muslim mind in the current discourse of (Western) Universalism versus Exceptionalism/Particularism in international law. Typically an international human rights discussion is at the center of this. I observe that most Muslim international law scholars with righteous aqeedah choose to argue Exceptionalism/Particularism. I argue that, while they may be righteous in their intentions, but the Exceptionalism/Particularism argument is actually founded and leads to an unislamic road. It is my contention that there is a third path, and that this is the true path that a Muslim international law scholar must take at least as a long term path. It is my hope that this short mini-paper can open up a new discussion on the matter.

 

The Current Reality of a Hegemonic World

Eurocentrism is an undeniable reality. Its hegemony reaches all planes, including economics, politics, and even intelectual. In context of international law, Eurocentrism takes form of an acclaimed universality which is enforced by the world powers -usually dominated by the western powers. Scholars like Sugeng Istanto have noted that the international law we have today is a European one.[1]

International human rights law is one of the most apparent areas where Islam becomes a controversy. Scholars, politicians, preachers, and even laymen have been furiously debating the compatibility between Islam and human rights. This will seem to continue until forever.

read more »

Anda Tidak Mengimani Kenabian Mirza Ghulam Ahmad? ANDA KAFIR! (Aqidah Takfir Ahmadiyah, oleh Ustadz Marmuzah)

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh,

 

Setidaknya di lingkungan sekitar saya, ketika bicara aliran sesat lebih banyak focus pada Syiah atau Islam Liberal (atau Kokohiyyun, atau selain Kokohiyyun bagi Kokohiyyun HAHA). Ahmadiyah serasa terlupakan. Nah, hari ini saya mendapati sebuah kultweet dari Ustadz Marmuzah dari India yang sangat mencerahkan. Selama ini saya cuma tahu bahwa Ahmadiyah mengakui ada ‘Nabi’ baru yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Nah, sekarang saya baru tahu bahwa Ahmadiyah itu juga mengkafirkan kita semua ! Untuk langsung melihat kultweet tersebut, silahkan ke link ini. Tapi di post ini saya mencoba menerjemahkannya supaya dapat lebih mudah dinikmati.

 

read more »

Al-Hikam Al-Fithriyyah

Calligraphy by Ruh Al-Alam (behance.net)

Al-Hikam Al-Fithriyyah adalah butiran butiran hikmah yang ditulis oleh Ustadz Alfitri, seorang Kyai NU dan dosen di Riau yang cetarr sekali, di laman facebook-nya. Menurut saya kok benar-benar membuat berfikir dan merenung, jadilah saya minta izin beliau untuk menuliskan di blog ini.

Berikut yang beliau tuliskan (sampai dengan 15 Januari 2018):

read more »

Personalitas Hukum Internasional Nabi Muhammad (ﷺ): Sebagai Nabi atau Sebagai Kepala Negara?

Baru saja terbit tulisan yang sangat menarik berjudul “International Legal Personality of Prophet Muhammad (pbuh)” di IIUM Law Journal, karya pembimbing disertasi doctoral saya, yaitu Assoc. Prof. Dr. Mohd. Hisham bin Mohd Kamal (Department of Shariah, Ahmad Ibrahim Kuliyyah of Laws, International Islamic University of Malaysia). Ini adalah tulisan terkait sejarah hukum internasional yang sangat penting, dan 100% terluput dari pendidikan hukum internasional bahkan di negara-negara Islam sekalipun.

read more »

Towards a Revitalization of Islamic International Law in a Eurocentric World

TOWARDS A REVITALIZATION OF ISLAMIC INTERNATIONAL LAW IN A EUROCENTRIC WORLD*

Author : Fajri Matahati Muhammadin

 

Description 

This article brings us to a present day world where international law is dominated by a western construct achieved by nothing other than subjugation of the past and continued today with similar logic but under different narratives or ‘packaging’. Islamic international law has no more trace in actual practice, except in very small items and under negative light. This article first highlights how we got into today’s international law, on the cause and nature of this western hegemony. Then it will be highlighted what it would take to bring back Islamic international law into the heart of modern international law scholarship.

read more »

ASAL MENGKAFIRKAN VS ASAL MENUDUH ASAL MENGKAFIRKAN

 

Selama beberapa tahun ini saya mencoba mengamati di sekeliling saya, khususnya tentang fenomena takfir. Tidak sedikit yang pernah menyebut kafir pihak lain, dan tidak sedikit pula yang merespon dengan ‘jangan asal mengkafirkan’. Saya penasaran, siapa sih yang sebenarnya ngasal di sini?

read more »

Desekularisasi Pendidikan Hukum Di Indonesia: Menganalisa Buku Teks “Pengantar Ilmu Hukum” Khususnya Bab “Klasifikasi Norma”

 

Assalaamu’alakum warahmatullaahi wabarakaatuh,

 

Ada beberapa catatan sebelum mulai:

  1. Ini adalah paper yang saya presentasikan pada International Seminar on Islamic Civilization and Thoughts (INSIST) 2017, yang diselenggarakan oleh School of Humanities, Universiti Sains Malaysia, Penang 2017, disusun bersama salah satu alumni kece Fak Hukum UGM: Hanindhito Danusatya.
  2. Aslinya dalam bahasa Inggris yang dapat didonlot di sini. 
  3. Pada versi bahasa Indonesia pada Bab IV poin D ada tambahan baru yang lumayan signifikan. Mohon maklum, ide berjalan terus pasca submisi.
  4. Versi bahasa Indonesia dalam bentuk PDF dapat didonlot di sini.
  5. Special thanks untuk mahasiswi saya Fitry Nabilah Hamidah yang telah menerjemahkan tulisan ini dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia
  6. InshaaAllah tulisan ini adalah bagian kecil dari sebuah proyek yang lebih besar.

Selamat membaca, dan semoga bermanfaat.

read more »

The Student Who Got The “Highest Grades” for the HONESTY Exam!

University students are known to demand the integrity of others, be it that of their government, university, or their own student bodies. One question: can students themselves show integrity? Most especially in moments when honesty will give very realistic detriments, while at the same time dishonesty will not be caught. Can they?

The answer is: YES. Check out the story of one of my best students.

read more »

MASALAH ISLAM-SYIAH: MENJAWAB BEBERAPA KESALAHPAHAMAN

 

Daripada kita asal bunyi soal Syiah, bukankah kita lebih baik bertabayyun langsung pada Syiah? Yuk mari. Dalam post kali ini, inshaaAllah saya akan memaparkan beberapa kesalahpahaman soal Syiah Rafidhoh. Ini dikarenakan banyak sekali beredar informasi yang keliru di masyarakat, dan semuanya hanya mengandalkan “katanya katanya”. Tulisan kali ini akan menjawab dari sumber kitab-kitab Syiah sendiri sebagai bukti.

read more »

KARENA TUHAN TIDAK PERLU DIBELA

 

ANTARA FOTO/POOL/Irwan Rismawan/kye/17.

Tiga Kisah

Kisah pertama tentang seorang guru sekaligus kolega saya, seorang akademisi hukum yang sangat saya hormati dan kagumi keilmuannya. Suatu kali beliau menjadi pembimbing Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan saya tahu betul betapa beliau adalah seseorang yang sangat menyayangi murid-muridnya. Kali itu, salah seorang mahasiswi di bawah bimbingan beliau sedang mandi. Anak ini dibuat pingsan oleh seseorang, dan hanya si pelaku dan Allah saja yang tahu apa yang terjadi saat anak ini pingsan. Saat pelaku tersebut tertangkap, guru saya ini tidak menyia-nyiakan waktu untuk mendaratkan bogem mentah padanya, sejenak lupa atau melupakan apa kata ilmu hukum tentang eigenreichting.

Padahal, bogem tersebut tidak akan kembali kehormatan yang hilang. Trauma dan luka yang mungkin bisa sembuh pun, bukan akibat bogem itu. Apa manfaatnya bogem ini?

read more »