Category: My Poetry

Mimpi Indah: Sebuah Perenungan Syair “Sebenarnya Cinta” karya Letto

  Letto mengawali syairnya: “Satu detik lalu Dua hati terbang tinggi Lihat indahnya dunia Membuat hati terbawa” Lebih enak hidup dalam mimpi, memang. Semua diciptakan olehku, seindah mata dan seindah rasa, tanpa kenal realita. Tanpa ingat apa kebenaran, hingga hati pun terbawa jauh. Firman Allah: أَلۡهَٮٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ (Perlomba-lombaan dalam keduniawian telah melalaikan kamu [QS 102:1])

Happy Birthday ^_^ (Renungan Surah An-Nasr)

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh,   Mungkin Fathul Makkah (pembebasan Mekkah oleh Rasulullah s.a.w.) yang terbayang saat membaca Firman Allah Ta’ala: إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.” (Surah An-Nasr ayat 1) Apalagi saat berlanjut dengan ayat berikutnya: وَرَأَيۡتَ ٱلنَّاسَ يَدۡخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجً۬ا “Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan

Temu Hatiku Hatimu

Temu Hatiku Hatimu   Menatap matamu yang elok aku terpana Tersesat dalam seribu bintang sunyi Tenggelam dalam keindahan yang illahi Tanpa sadar aku tersenyum Kian jauh aku trsesat tenggelam di sana Ternyata kutemukan bayanganku sendiri Padhal kata orang mata cerminan hati Dan engkau pun tersenyum Bunga……….. Suatu ungkapan sederhana Aku yang sederhana Cinta yang sederhana