Murid: “Seperti Anak Sendiri”?

Ketika Rektor UGM mengatakan bahwa pelaku dan korban pelecehan adalah “seperti anak sendiri” (sehingga akan diberi tindakan yang ‘mendidik’ macam tu lah), banyak sekali reaksi yang muncul. Salah satunya ada mahasiswa saya yang protes intinya ‘jangan ngaku ngaku ayah saya’. . Kali ini saya tidak mau membahas stance saya terhadap kebijakan UGM terkait masalah pelecehan

Islam, Hukum Internasional, dan Awn Al-Khasawneh

  Banyak yang dengan mudah men-“toghut”-kan hukum internasional, dan mengira ia adalah sekedar hukum buatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Memang betul banyak sekali ke-nyebelin-an PBB, tapi hukum internasional jauh lebih besar dari sekedar PBB saja. Simpelnya, hukum internasional secara tradisional adalah didasari oleh dua hal: perjanjian antar negara dan kebiasaan antara negara, dan itu tidak asing

Islamisasi Hukum vs Islamisasi Ilmu Hukum: Antara Mitos dan Realita

  Islamisasi Hukum vs Islamisasi Ilmu Hukum Mudah sekali untuk keliru menyamakan antara kedua terminologi di atas. Khususnya, kekeliruan ini banyak dipegang oleh orang non-hukum. Dikiranya bahwa pokoknya Islamisasi Hukum maupun Ilmu Hukum isinya adalah minta Syariat Islam diterapkan di Indonesia, hudud qisas diterapkan, dll. Padahal tidaklah seperti itu.

Peringatan Untuk Para Notulen Kajian

Buku ini mengingatkan saya pada kejadian penting. Mungkin 3 tahun lalu, pernah ada sebuah kajian tentang pengantar fiqih di sebuah kampus. Saya tidak hadir, tapi notulensinya tersebar. Saya baca, subhanAllah tertulis di sana kurang lebih “ada lima mazhab dalam Islam, dan semuanya ditulis oleh Syiah”. Ngaco betul ini! Kebetulan pemateri saya kenal, lalu saya pun