Should Muslims Argue Exceptionalism/Particularism in International Law?

  Abstract This mini-paper takes context of a Muslim mind in the current discourse of (Western) Universalism versus Exceptionalism/Particularism in international law. Typically an international human rights discussion is at the center of this. I observe that most Muslim international law scholars with righteous aqeedah choose to argue Exceptionalism/Particularism. I argue that, while they may

Anda Tidak Mengimani Kenabian Mirza Ghulam Ahmad? ANDA KAFIR! (Aqidah Takfir Ahmadiyah, oleh Ustadz Marmuzah)

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh,   Setidaknya di lingkungan sekitar saya, ketika bicara aliran sesat lebih banyak focus pada Syiah atau Islam Liberal (atau Kokohiyyun, atau selain Kokohiyyun bagi Kokohiyyun HAHA). Ahmadiyah serasa terlupakan. Nah, hari ini saya mendapati sebuah kultweet dari Ustadz Marmuzah dari India yang sangat mencerahkan. Selama ini saya cuma tahu bahwa Ahmadiyah mengakui

ADAKAH SEBUAH ‘KEWAJIBAN ASASI MANUSIA’?

  Ketika memulai berkuliah di fakultas hukum, salah satu bab awal (tapi bukan paling awal) dari mata kuliah pengantar ilmu hukum adalah tentang ‘subjek hukum’. Istilah ‘subjek hukum’ ini oleh Prof Sudikno Mertokusumo didefinisikan sebagai “…segala sesuatu yang dapat memperoleh hak dan kewajiban dari hukum.”   Semenjak saat itu, dalam mempelajari dasar-dasar hukum, mahasiswa program

Personalitas Hukum Internasional Nabi Muhammad (ﷺ): Sebagai Nabi atau Sebagai Kepala Negara?

Baru saja terbit tulisan yang sangat menarik berjudul “International Legal Personality of Prophet Muhammad (pbuh)” di IIUM Law Journal, karya pembimbing disertasi doctoral saya, yaitu Assoc. Prof. Dr. Mohd. Hisham bin Mohd Kamal (Department of Shariah, Ahmad Ibrahim Kuliyyah of Laws, International Islamic University of Malaysia). Ini adalah tulisan terkait sejarah hukum internasional yang sangat