Category: Islamic Law and Jurisprudence

Achieving an Honest Comparison and Reconciliation between Islamic Laws of War and International Humanitarian Law

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh, Alhamdulillah, this is my first paper on Islamic law and International law published in a scientific law journal, which is the Mimbar Hukum Law Journal, Vol. 27 (3), 2015. InshaaAllah this is just the opening of my planned research on Islamic law and International Humanitarian Law specifically, and Islamic law and International Law generally. I

Apakah Kita Berhak Asal Memfatwa Sesat atau Kafir? Hukum Indonesia vs Hukum Internasional vs Hukum Islam

Pengantar Sekarang di zaman ‘pluralis’ dan ‘toleran’ ini, sangat popular di satu sisi kita mendengar orang berkata “A itu kafir! B itu sesat!”, dan di sisi lain ada yang membantah orang tadi dengan berkata “kita tidak berhak untuk asal memfatwa sesat atau kafir orang lain!”. Menariknya, kecenderungan kalangan intelektual dari golongan kedua itu adalah dari

A Comparison between International Humanitarian Law and Islamic Laws of War: The Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) and Treatment Towards Prisoners of War in Syria

DISCLAIMER BEFORE YOU READ FURTHER! 1. This is originally a dissertation I submitted to obtain my Masters Degree at the University of Edinburgh in 2014. 2. The original title was “A Comparison Between Islamic Laws of War and International Humanitarian Law with Reference to the Present Armed Conflict in Syria”. However, as discussions with my

Hukum Umum dan Hukum Islam: Beberapa Keserupaan dalam Kaidah

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh Jadi saya ceritanya sedang iseng mencoba belajar Ushul Fiqih, dengan buku karya Shaykh al-Uthaymeen. Makin ke tengah saya makin nggak mudeng, rupanya memang butuh dibantu oleh orang yang paham. Akan tetapi, saat dipelajari, paling tidak ada yang masuk lah sedikit-sedikit. Ternyata, yang saya temukan adalah bahwa ada berbagai kesamaan asas antara kaidah

Ucapan Selamat Natal: Sebuah Sanggahan

Assalaamu’alaykum, Tulisan ini bertujuan untuk menyanggah argumen-argumen pihak-pihak beragama Islam yang menyatakan boleh dalam Islam mengucapkan selamat natal. Tidak ada tujuan untuk menghina atau mengajak berkonflik, melainkan ini cuma sekedar mengungkapkan pendapat. Apa yang dzahir adalah kita sesama Muslim yang berijtihad apa yang menurut kita benar, dan perbedaan pendapat adalah hal yang biasa di seluruh