Tips-tips mencari Jurnal ilmiah

Bagi mahasiswa (atau penuntut ilmu manapun), jurnal ilmiah menjadi salah satu bacaan wajib. Bahkan, di Fakultas Hukum UGM ada mata kuliah yang agak nyebelin yang mewajibkan mahasiswa untuk merujuk pada sejumlah artikel jurnal sebagai landasan jawaban ujian (haha ^_^). Masalahnya, di sebagian perguruan tinggi mahasiswa tidak diajari cara mencari dan menilai jurnal ilmiah. Di sebagian kasus bahkan dosennya sendiri pun jarang merujuk pada jurnal ilmiah. Akhirnya mahasiswa pun tidak biasa membaca jurnal ilmiah, bahkan tidak tahu cara mencarinya.

Maka, berikut beberapa pedoman umum dalam mencari jurnal ilmiah. Semoga bermanfaat, dan apabila ada pertanyaan atau koreksi atau masukan silahkan dimasukkan ke kolom komentar, inshaAllah akan saya update post ini untuk menginkorporasi pertanyaan, koreksi, atau masukan dari teman-teman.

==================

DAFTAR ISI

Apa Itu Jurnal Ilmiah?

Apa Manfaat Membaca Jurnal Ilmiah?

Judul Artikel vs Nama Jurnal vs Nama Penerbit?

Apakah semua jurnal ilmiah itu bagus? Kalau tidak, bagaimana memilahnya?

Dari Mana Mulai Mencari Artikel Jurnal?

Bagaimana Memilah Hasil Pencarian Jurnal Ilmiah?

Penting: Tahun Terbit Artikel Jurnal!

Artikel Jurnal Berbayar?

Cara Lanjut (Advanced) Untuk Mencari Artikel Jurnal?

Bagaimana melakukan sitasi kepada artikel jurnal?

=====================

Apa Itu Jurnal Ilmiah?

Gampangnya, Jurnal ilmiah adalah sebuah terbitan berkala yang memuat kumpulan artikel yang berbeda-beda tapi masuk dalam sebuah tema umum sesuai dengan kebijakan pengelola jurnal. Misalnya, Jurnal Mimbar Hukum FH UGM artikel bertemakan hukum (tidak spesifik), sedangkan European Journal of International Law bertemakan hukum internasional.

Sepatutnya, artikel-artikel yang diterbitkan di suatu jurnal ilmiah awalnya diusulkan oleh para penulisnya (bukan diundang oleh jurnalnya), kemudian tiap naskah melalui seleksi oleh minimum dua pakar di bidangnya secara buta (reviewer dan penulis tidak saling mengetahui identitas). Artikel yang diterima biasanya tetap akan harus menjalani revisi sesuai masukan para reviewer sebelum kemudian diterbitkan.

.

Apa Manfaat Membaca Jurnal Ilmiah?

Beda dengan buku teks, jurnal ilmiah biasanya membahas secara argumentative isu-isu yang sub-spesifik dalam ranah keilmuan tertentu (atau lebih dari satu ranah ilmu secara interdisipliner). Tujuan artikel jurnal ilmiah adalah memecahkan masalah atau merespon perdebatan tertentu dengan berbasis riset ilmiah, beda dengan buku teks yang fungsinya adalah untuk mengajarkan ilmu tertentu.

Jadi, teori-teori dan perdebatan-perdebatan yang ada di dalam buku-buku teks akan dielaborasi, diterapkan, dan dikembangkan lebih lanjut dalam artikel-artikel jurnal. Umumnya, dinamika perdebatan ahli-ahli di seluruh penjuru negara (atau bahkan dunia, untuk hal-hal yang bersifat internasional) ya terjadinya melalui artikel jurnal.

PS: terdapat juga buku-buku monograf yang berperan serupa dengan jurnal ilmiah tapi lebih mendalam lagi sehingga terbit dalam bentuk buku yang lebih tebal.

.

Judul Artikel vs Nama Jurnal vs Nama Penerbit?

Ini kadang membingungkan, di antaranya adalah ketika melihat prinsip 1 dan 2 di jawaban pertanyaan sebelumnya.

Sebagai contoh, yuk misalnya, coba lihat artikel ini yang ceritanya mau kita baca.

JUDUL ARTIKEL adalah judul dari artikel yang mau kita baca. Pada contoh di atas, judul artikelnya adalah “Menafsirkan Pancasila: Wewenang Pemerintah Atau Peran Warga Negara? Suatu Telaah Dari Perspektif Hermeneutika Kritis Habermasian.

NAMA JURNAL adalah nama dari jurnal ilmiah (i.e. terbitan berkala) yang memuat artikel tadi. Pada contoh di atas, nama jurnalnya adalah “Mimbar Hukum” (atau bisa juga Jurnal Mimbar Hukum_.

NAMA PENERBIT adalah Lembaga yang menaungi dan membawahi pengelolaan jurnal tersebut. Misalnya pada contoh di atass, penerbitnya adalah Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada.

.

Apakah semua jurnal ilmiah itu bagus? Kalau tidak, bagaimana memilahnya?

Secara sistem, jurnal ilmiah memiliki proses seleksi yang biasanya sangat ketat dan hanya memikirkan kedalaman dan dinamika keilmiahan (beda dengan banyak buku yang diseleksi oleh redaksi juga harus mempertimbangkan marketing juga). Akan tetapi, dalam prakteknya banyak juga jurnal ilmiah yang proses seleksinya tidak berjalan dengan baik. Terkadang pengelolaannya saja yang buruk karena kurangnya pengalaman para pengelolanya, tapi ada pula jurnal abal-abal yang cuma mencari uang dan tidak memikirkan kualitas (disebut jurnal predatory).

Cara menentukan mana jurnal yang bagus atau tidak, itu nanti perlu pengalaman untuk menilainya (agak panjang menjelaskannya). Sederhananya, untuk pemula, ada beberapa prinsip yang mudah sebagai pegangan awal:

  1. Jika suatu jurnal penerbitnya adalah universitas, Lembaga milik negara, pusat studi yang memiliki track-record riset yang jelas, dan penerbit swasta yang jelas reputasinya, maka insyaAllah kemungkinan abal-abalnya (i.e. predatory) adalah lebih kecil.
  • Periksakan penerbitnya ke salah satu situs yang memberikan daftar penerbit-penerbit predatory yaitu https://beallslist.net/ .
  • Sering berkonsultasilah kepada dosen atau senior kamu yang kamu ketahui rajin riset dan/atau baca.
  • Kamu sendiri harus terus banyak membaca dan memperbanyak khazanah ilmu, insyaAllah makin lama mulai bisa mendeteksi sendiri.

.

Dari Mana Mulai Mencari Artikel Jurnal?

Nah ini mulai yang penting. Sebenarnya setiap jurnal ilmiah biasanya memiliki website di mana kita bisa mengakses artikel-artikel yang mereka terbitkan (ada yang gratis, ada pula yang berbayar). Kalau kamu pengen baca-baca saja tanpa tujuan yang khusus, silahkan cari saja di google nama jurnal yang ingin kamu cari lalu baca-baca saja di sana.

Tapi kalau kamu ada tujuan khusus, misalnya lagi riset tentang perkembangan mahkamah pidana internasional, atau sedang menjawab ujian mata kuliah hukum internasional (^_^), cara tersebut bukan cara yang baik untuk mencari literatur yang kamu butuhkan.

Cara yang terbaik adalah memulai dari google scholar, mirip google tapi dia hanya menampilkan literatur ilmiah. Dengan memasukkan kata kunci yang kamu butuhkan (ini ada skill sendiri untuk memilih kata kunci), dia akan memberikan semua literatur ilmiah termasuk artikel jurnal yang relevan dengan kata-kata kunci tersebut dari berbagai jurnal di segala penjuru dunia!

Bisa jadi hasil pencariannya ratusan, ribuan, atau bahkan sampai ratusan ribu! Nah, insyaAllah tidak kekurangan literatur. Seringkali malah kelebihan. Bagaimana memilahnya? Silahkan baca tips-tips selanjutnya.

Satu tips tambahan: coba ulangi pencarian dengan kata kunci yang sama tapi dalam Bahasa lain (misalnya coba cari “international law” di satu kesempatan, lalu coba “hukum internasional” di kesempatan lain) untuk memperkaya hasil pencarian.

.

Bagaimana Memilah Hasil Pencarian Jurnal Ilmiah?

Ketika hasil pencarian di google scholar buanyak sekali, pening juga kalau harus dibaca semua. Sebab, ya bisa ratusan ribu atau bahkan jutaan hasilnya. Beberapa tips untuk menyaring:

  1. Gunakan kata kunci yang sebaik mungkin, dari segi jumlah kata dan kespesifikan (ini pengalaman yang bermain sih).
  2. Coba lihat judul-judulnya, akan kelihatan mana yang nampak lebih nyambung denga napa yang kamu inginkan.
  3. Bisa kamu klik dan buka artikelnya, lihat abstract-nya dulu apakah kira-kira memang cocok.
  4. Coba lihat nama-nama penulisnya (lihat gambar, muncul juga kok di hasil pencarian), siapa tahu ada nama-nama yang kamu kenali sebagai pakar rujuk dalam bidang yang kamu sedang cari. Mungkin lebih menarik untuk dicek?
  5. Cek tahunnya. Ini perlu tips terpisah, silahkan lihat yang selanjutnya.
  6. Coba lihat sitasinya (lihat gambar di atas, muncul juga kok di hasil pencarian). Tiap ada yang mensitasi sebuah artikel, akan kelihatan di situ. Kadang (tidak selalu) suatu artikel yang banyak disitasi orang lain menunjukkan pentingnya sebuah artikel dalam suatu diskursus. Ini tidak pasti, tapi bisa jadi salah satu pertimbangan.

.

Penting: Tahun Terbit Artikel Jurnal!

Penting sekali untuk memastikan tahun terbit sebuah artikel jurnal. Pasalnya, di atas sudah dijelaskan bahwa artikel jurnal ini adalah bersifat dinamis. Jadi, terkadang (seringkali) sebuah artikel yang sudah tua akan tidak terlalu relevan sekarang. Bagaimana mengukur ‘terlalu tua’?

Banyak jurnal bidang sains dan teknologi yang mematok waktu, misalnya tidak boleh lebih tua dari 5 tahun. Sebab, menurut mereka, besar kemungkinan ada perkembangan dalam teknologi yang membuat apapun yang terbit lebih dari 5 tahun lalu sudah tidak relevan. Tapi apakah mematok 5 tahun (atau ukuran waktu tertentu) adalah cara yang tepat?

Hemat saya dari perspektif ilmu sosial-humaniora, tidak bisa dipatok dengan waktu tertentu. Lebih kompleks lagi masalahnya, sebab seringkali ada argumentasi-argumentasi atau tokoh lama yang masih dibahas dan dikembangkan hingga sekarang. Contohnya di bidang saya, pencarian “Ibnu Taimiyyah” ditambah “Ibn Taymiyyah” totalnya telah ada 794 hasil pencarian di tahun 2022 saja (saya menulis ini hampir pertengahan Juni 2022). Padahal beliau wafat tahun 1328 Masehi.

Lantas bagaimana mengukur waktu? Ada beberapa acuan (perspektif sosio-humaniora):

  • Penting untuk mengetahui insiden-insiden tertentu yang sangat mempengaruhi diskursus. Misalnya, diskursus sebelum dan setelah insiden terorisme di WTC 9/11 (tahun 2001) akan berbeda sekali, dan kemudian akan lebih berubah lagi setelah tahun 2013 ketika mulai bangkit kelompok ISIS yang berpusat di Suriah dan Iraq yang mengubah banyak hal terkait kajian terorisme.
  • Khusus pembelajar dan pengkaji hukum, perlu dilihat kapan terbit atau batalnya regulasi-regulasi kunci terkait isu yang anda kaji. Misalnya, kalau anda meneliti tentang hukum ketenagakerjaan maka banyak sekali artikel jurnal terbitan tahun 2020 ke belakang sudah tidak akan relevan lagi dengan terbitnya UU Cipta Kerja.
  • Yang disebut di atas tidaklah mutlak. Ada juga bahasan terrorisme pra-2001 yang mungkin masih relevan hingga sekarang, misalnya jika mau mengkaji sejarah pemikir-pemikir Al-Qaeda. Juga, UU Cipta Kerja tidak literally merubah 100% hukum ketenagakerjaan. Jadi tidak bisa menjadi indikator yang sangat mutlak dalam semua keadaan. Tetap perlu dicek kasus perkasus.

Dengan demikian, sangat penting untuk men-setting google scholar untuk menyaring berdasarkan tahun terbit. Ada dua cara:

CARA PERTAMA:

Step 1: Lakukan pencarian seperti biasa.

Step 2: Setelah keluar hasil pencarian, atur settingan tahun di sebelah kiri (lihat gambar di bawah). Pilih yang sesuai.

Maka hasil akan keluar lagi yang sudah tersaring. By the way, saya lebih suka cara yang ini.

CARA KEDUA

Step 1: klik symbol tiga garis horizontal di paling pojok kiri atas (samping logo google) untuk membuka menu.

Step 2: Klik “Advanced Search” sampai muncul menu sesuai screenshot di bawah.

Step 3: silahkan mengisi semua informasi yang ingin dicari, termasuk misalnya kata kunci, dan/atau nama penulis (ini bisa dikosongkan), dan tahun terbit.

Maka hasil yang keluar adalah sudah tersaring berdasarkan informasi yang dimasukkan sekaligus tahun terbit. Saya lebih suka cara yang PERTAMA, tapi yang ini pun oke.

Artikel Jurnal Berbayar?

Terkadang hasil pencarian membawa kita pada artikel jurnal yang dari judul dan abstraknya nampaknya mantap sekali, eh tapi ternyata tidak bisa diakses kecuali sudah berlangganan atau bayar. Bagaimana cara untuk mendapatkan artikel tersebut? Ada beberapa cara yang bisa ditempuh.

  1. Bayar.
  2. Kalau kamu berstatus mahasiswa, bisa jadi perpustakaan kampusmu sudah berlangganan jurnal tersebut. Coba lihat website perpustakaan kampusmu (atau minta bantuan staf perpustakaan), siapa tahu bisa.
  3. Bisa meminta bantuan teman-teman yang mahasiswa atau dosen, terutama yang sedang studi di kampus luar negeri (biasanya kampus-kampus top lebih kuat bayar langganan jurnal yang lebih banyak). Ini sudah biasa kita saling membantu soal ini, kadang ada forum forumnya juga.
  4. Hubungi penulisnya langsung. Setidaknya nama dan institusi penulis pasti ada di halaman ‘feature’nya, kadang ada alamat emailnya tertera (kalaupun tidak, bisa coba digugel). Percayakah kamu bahwa jurnal-jurnal yang bayar atau langganannya mahal-mahal itu, tidak sepeserpun dinikmati oleh penulis? Sedangkan penulis suka kalau kamu baca artikelnya, bukan hanya karena idealis tapi mereka seringkali mendapatkan poin dari tempat kerjanya (dan juga prestis) semakin banyak orang yang mengutip karya mereka. Pengalaman saya meminta pada penulis, tidak satupun yang pernah menolak saya. Sebagian malah jadi ngobrol dan diskusi (nambah koneksi deh), bahkan ada yang ngasih bonus buku!
  5. Rasanya kurang etis tuk menyampaikan bahwa banyak (tidak semua) artikel jurnal yang terbit online akan menampilkan kode DOI-nya (lihat SS di bawah), yang walaupun harusnya berbayar tapi kalau kode DOI tersebut dimasukkan ke https://sci-hub.se/ (kadang sering berubah extensionnya) jadi tetap bisa didownload. Jadi cara ini sebaiknya jangan dilakukan.
Menemukan DOI

.

Cara Lanjut (Advanced) Untuk Mencari Artikel Jurnal?

Di samping menjelajahi google scholar, ada cara lain yang harus digunakan. Semakin kamu sering membaca, kamu akan menemukan judul-judul artikel dan literatur lain yang dikutip dalam literatur yang kamu baca. Sehingga kamu bisa mencari judul-judul artikel jurnal yang spesifik (bukan Cuma berbasis kata kunci). Semakin banyak bacaan kamu, semakin banyak pula akan melihat rujukan ke judul-judul artikel jurnal yang lain lagi.

.

Bagaimana melakukan sitasi kepada artikel jurnal?

Saya bukan mau membahas tentang kutipan langsung vs kutipan tidak langsung atau semisalnya. Yang mau saya bahas adalah informasi apa yang harus kamu berikan di catatan kaki dan/atau daftar Pustaka. Ingat, tujuan dari pemberian catatan kaki atau daftar Pustaka bukan cuma untuk menghindari plagiarisme tapi juga supaya para pembaca tahu kalau mau membaca lebih lanjut tentang informasi yang kamu kutip itu harus cari di mana.

Kalau kamu baca artikel yang penulisnya jelas memberikan rujukannya, kamu juga yang enak kan? Do that for your readers too 😊

Maka, penting untuk memberikan informasi yang detil tentang literatur yang kalian rujuk. Ada dua isu di sini:

ISU PERTAMA: teknik/style sitasi. Ada yang jenisnya footnote (sub-jenisnya ada Chicago, OSCOLA, dll), ada yang jenisnya body/inside note (sub-jenisnya ada APA dll), ada yang jenisnya endnote dan lain sebagainya. Untuk yang satu ini, kalian nurut aja lah sama pedoman penulisan kalian. Bukan ini yang mau saya bahas.

ISU KEDUA: informasi apa yang perlu kalian masukkan ke catatan kaki dan/atau daftar Pustaka? Setiap jenis literatur akan berbeda (buku, antologi, website, dan lain-lain). Kalau untuk artikel jurnal, ini yang penting dicatat:

  • Nama penulis
  • Judul artikel
  • Nama jurnal
  • Edisi terbitan (Volume /Jilid. Jika sebuah jurnal menerbitkan lebih dari satu edisi per tahun, akan ada Number/Issue di samping Volume tersebut.)
  • Tahun terbit

Cara menulisnya gimana? Nah sesuai ISU PERTAMA di atas ya 😊

.

Monggo kalau ada masukan, pertanyaan, koreksi 😊

Tips-tips lain untuk penulisan ilmiah, silahkan cek artikel ini,

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *