PLKH HHI 2016: Kasus Posisi Penuntut v. Jendral Kylo Ren

The International Criminal Court

PENUNTUT JENDRAL KYLO REN

Star Wars Potter

LATAR BELAKANG

  1. Republik Hoth berada di sebelah timur dari benua Tatooine dan beribukota di Bespin, dimana pada sebelah barat berbatasan dengan Negara Federasi Hogwarts dan di selatan berbatasan dengan Negara Konoha yang dipisahkan dengan laut Aldeeran. Anakin Skywalker, pemimpin dari Partai Imperial, terpilih sebagai Presiden sejak tahun 2000 dan memegang kekuasaan hingga saat ini. Salah satu sekutu politiknya, Jenderal Kylo Ren, memimpin Tentara Republik Hoth (TRH), Angkatan Bersenjata dari Republik Hoth sejak 1995.
  2. Selama 10 tahun terakhir, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, penangkapan semena mena, dan pembatasan hak politik maupun kebebasan mengemukakan telah sejak lama berlangsung selama rezim Skywalker. Rakyat sudah sejak lama dikecewakan dengan Partai Imperial dan Presiden Skywalker.
  3. Setelah berminggu-minggu terjadi kerusuhan, diperkirakan sekitar 5.000 demonstran berkumpul di Pusat Kota Yavin, kota terbesar kedua di Republik Hoth pada tanggal 5 Januari 2013. Para demonstran meneriakkan yel yel anti pemerintahan dan menuntut Presiden Skywalker untuk mengundurkan diri. Pasukan keamanan dalam usahanya mengendalikan kerusuhan menyebabkan kematian 15 demonstran dan puluhan lainnya terluka.
  4. Pada 20 Februari 2013, sekelompok grup militan yang sebelumnya tidak diketahui publik menyerang polisi dan pasukan keamanan di daerah selatan Yavin dan mengambil alih pemerintahan kota lokal. Kolonel Han Solo, pemimpin dari grup militan ini yang menamai dirinya sendiri “Pasukan Pemberontak Hoth”(PPH), mengumumkan di media bahwa PPH adalah “Pasukan yang bertindak secara sukarela dan berjuang untuk Hoth yang lebih terbuka melalui perjuangan bersenjata”. Kolonel Solo menuntut Presiden Skywalker untuk mengundurkan diri dan mengadakan proses pemilihan Presiden yang lebih demokratis.
  5. Pemerintahan Republik Hoth segera menyatakn bahwa PPH sebagai “gerakan teroris”. Dalam konsultasinya dengan Jenderal Ren, Presiden Skywalker setuju untuk melancarkan serangan untuk melemahkan PPH setelah pasukan tersebut mengambil alih berbagai kota di selatan Hoth. Komandan TRH di daerah selatan Hoth, Brigjen Maul melapYavin kejadian di daerah selatan Hoth dan menerima instruksi langsung dari Jenderal Ren. Brigjen Maul terkenal sebagai figur yang terkenal di dalam pasukannya yang bersumpah untuk loyal kepada Jenderal Ren dan mengklaim hanya mengikuti perintah dari Jenderal Ren.

DEMONSTRASI DAN KEKERASAN DI YAVIN SELATAN

  1. Setelah TRH menguasai bagian selatan kota Yavin, Pemerintahan Presiden Anakin menetapkan jam malam dan peraturan militer di daerah Yavin dan kota sekitarnya. Sejak awal Juni 2013, aktivis lokal dan simpatisan dari PPH yang bertindak tidak dengan aktivitas bersenjata, merencanakan demonstrasi besar-besaran di balai kota di bagian utara Yavin, dimana Pemerintahan Utama kota Yavin berada. Demonstrasi tersebut didukung dari berbagai media sosial maupun saluran telekomunikasi lain. Tujuan dari demonstrasi ini adalah untuk memprotes pemerintahan yang berkuasa dan menguasai Balai Kota Yavin.
  2. Jenderal Ren,Brigjen Mau, dan beberapa petinggi TRH akan mengadakan rapat di Balai Kota Yavin pada 10 Juni 2013. Berdasar dari pertemuan ini, Jenderal Ren memutuskan untuk melarang tindakan demonstrasi ini berdasar dari peraturan militer yang berlaku dan memerintahkan pasukan TRH di sekitar Yavin untuk melakukan “tindakan yang dianggap perlu”.
  3. Tanggal 13 Juni 2013, sekitar 2000 simpatisan PPH berdemo dan mengadakan konvoi di sekitar Balai Kota. Para simpatisan sudah mendapat halangan dari pasukan TRH sejak konvoi dimulai. Bahkan, ketika konvoi demonstran ini sudah dekat, pasukan TRH menembaki konvoi ini dengan gas air mata dan meriam air. Beberapa demonstran dengan senjata tersembunyi menyerang tentara TRH, menyebabkan 2 tentara tewas dan beberapa terluka. 6 demonstran tewas tertembak peluru tajam dari tentara TRH. Sekitar 100 demonstran ditangkap. Tetapi, sekitar 200 orang lainnya melarikan diri dan menguasai sebuah bangunan di sekitar Balai Kota, yaitu Institut Teknologi Yavin (ITY).
  4. TRH aktif memeriksa lingkungan sekitar Balai Kota, menangkap demonstran. Pada sekitar tengah malam, sebuah unit TRH memasuki gedung ITY untuk melakukan pencarian yang menyebabkan tindak kekerasan. Sebuah demonstran bersaksi bahwa dia dibawa dengan beberapa wanita lainnya ke ruang bawah tanah, dalam suatu gedung tempat dimana mereka diperkosa berulang kali sebelum dipindahkan ke fasilitas penahanan yang dioperasikan oleh Departemen Keamanan. Dia akhirnya dibebaskan pada 17 Juni 2013. Dua perempuan lain dijelaskan secara rinci bagaimana mereka ditangkap di luar ITY, dibawa ke fasilitas penahanan untuk diinterogasi, dan diperkosa di sana oleh tentara sebelum membebaskan mereka keesokan harinya. Bahkan, salah satu wanita tersebut memberi pernyatakan bahwa ia telah diperkosa oleh Kylo Ren sendiri.
  5. 11. Pada 14 Juni 2013, Kylo Ren mengatakan kepada Kolonel Maul: “Kita harus selalu tetap waspada dalam memerangi teroris. Kita harus pro-aktif. “Menurut Perlindungan Hak Asasi Manusia, sebuah LSM aktivis yang beroperasi secara internasional, satu minggu setelah selesainya demonstrasi, TRH menggerebek sejumlah rumah dan menangkap orang yang dicurigai partisipasi dalam demonstrasi atau mendukung PPH. Perlindungan Hak Asasi Manusia memperkirakan bahwa beberapa perempuan korban kekerasan seksual, termasuk perkosaan dan ancaman. Al Jazeera dan BBC juga melapYavin insiden serangan seksual pada warga setempat yang dilakukan oleh militan pro-pemerintah.
  6. Berbagai reaksi internasional mengecam tindakan dari pemerintahan Presiden Anakin. PPH bahkan semakin banyak mendapat dukungan dari berbagai negara. Sebagai respon dari berbagai kecaman tersebut, Presiden Skywalker memutuskan untuk melakukan blokade laut terhadap laut Aldeeran hingga 24 mil laut dari garis pantai yang disebut sebagai “Zona Kontrol Maritim”. Bebagai suplai yang biasa dikirimkan melalui pleabuhan Yavin kini ditolak, menyebabkan penduduk kota Yavin sendiri justru mengalami krisis kebutuhan pokok.

OPERASI AZUL

  1. Pada tanggal 7 Juli 2013, sebagai tanggapan dari tindakan TRH di selatan kota Yavin, 10 NGO (8 dari Hogwarts dan 2 dari Hoth) memutuskan untuk membentuk sebuah koalisi dibawah nama “Gerakan Membebaskan Yavin”(GMY). Gerakan tersebut di pimpin oleh NGO dari negara Hogwarts yang bernama “Pejuang Keramat”, ketua nya adalah Godric Gryfindor. “Pejuang Keramat” telah terdaftar sebagai kelompok teroris oleh beberapa negara. NGO dari Hoth, Yavin Watch adalah anggota lain dari Gerakan ini.
  2. Pada tanggal 19 Juli 2013, GMY mengumumkan melalui website nya dan berbagai macam media sosial bahwa mereka telah menyewa sebuah kapal dagang berbendera Konoha bernama Nirvana untuk mengirim “Paket Humaniter” untuk Yavin. Tujuan yang telah dinyatakan adalah untuk mengirim “sebuah pesan untuk memperingatkan komunitas Internasional” dengan menghancurkan “penghalang” dan “mengkonfrontasi penjajah yang sedang menduduki”.
  3. Pemerintah Hogwarts menyatakan dukungan penuh untuk GMY. Tiga puluh pasukan dari perusahaan keamanan swasta di Hogwarts,Phoenix, di perkerjakan untuk mengawal konvoi. Semua nya adalah mantan tentara Hogwarts. Godric Gryfindor menjelaskan bahwa diperkerjakannya Phoenix merupakan keputusan berdasarkan pertimbangan keamanan.
  4. Pada tanggal 30 Juli 2013, Nirvana meninggalkan pelabuhan Hogwarts menuju ke Yavin. Sebagai tambahan bagi tiga puluh penjaga Phoenix yang bersenjata, di dalam kapal tersebut juga terdapat dua ratus penumpang, diantara mereka merupakan anggota dari GMY dan beberapa aktivis hak asasi manusia dan protester/penolak anti-Hoth yang di rekrut melalui internet. Sebagian besar penumpang adalah warga Hogwarts, namun sebagian lagi berasal dari Hoth, Konoha dan 10 negara lainnya. Nirvana membawa 2000 ton muatan, sebagian besar berupa makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar. Selama perjalanan, Godric Gryfindor bersama dengan penjaga Phoenix memberikan pengarahan semua penumpang secara teratur mengenai tindakan-tindakan yang sebaiknya diambil “dalam waktu darurat”. Godric Gryfindor memberitahu seluruh penumpang bahwa perjalanan akan berlanjut hingga ke Yavin dengan rintangan apa pun.
  5. Sementara itu, Jenderal Kylo Ren menerima intelijen bahwa Nirvana juga membawa sejumlah senjata, seperti senapan, amunisi dan granat. Beliau kemudian membuat komando kepada 60 marinir untuk berhadapan dengan potensi ancaman. Operasi tersebut dinamakan operasi Azul. Kylo Ren menunjuk Kapten Jango untuk memimpin operasi tersebut. Selama pengarahan pra-penugasan, Jango menginstruksikan kepada para marinir bahwa Zona Kontrol Maritim adalah hal yang tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa dikompromikan dalam situasi apa pun.
  6. Larut malam tanggal 5 Agustus 2013, ketika Nirvana berada pada 40 mil laut dari pelabuhan Yavin, radio memberitahu bahwa kapal tersebut sedang mendekati Zona Maritim dan bahwa kapal tersebut tidak akan diizinkan untuk melanjutkan ke pelabuhan Yavin kecuali muatan di inspeksi dan penumpang dikendalikan sebelum memasuki zona tersebut.
  7. Nirvana tetap melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Yavin meskipun dengan peringatan berulang-ulang tersebut. Gryfindor mengumumkan bahwa dia tidak akan menghentikan kapal tersebut dan menyatakan protes terhadap kedudukan Hoth di Yavin. Ketika Nirvana berada di 24 mil laut dari pelabuhan Yavin, Komandan Jango mengirim peringatan terakhir via radio, menyatakn bahwa semua tindakan yang ada akan diambil untuk mencegah masuknya Nirvana yang melawan hukum. Ia kemudian memerintahkan untuk menaiki dan merebut Nirvana.
  8. Komando tersebut menghadapi penolakan yang kuat dari penjaga Phoenix dan penumpang yang berada di dalam kapal. Tiga marinir dilempar dari dek kapal dengan kepala dibawah, beberapa tertangkap dan di Aktivis-aktivis juga menggunakan senjata yang diimprovisasi dengan kapak, batang besi, tabung pemadam kebakaran, dll. Penjaga-penjaga Phoenix mengeluarkan beberapa tembakan untuk mencegah komando berlanjut. Granat kejut diambil dari marinir yang tertangkap dilemparkan kepada para marinir dan beberapa tembakan juga di keluarkan oleh sebagian aktivis. Komandan Jango memerintahkan untuk menembak balik.
  9. Setelah satu jam berbalas tembakan, penjaga-penjaga Phoenix menyerah setelah kehabisan amunisi. Pada pagi hari tanggal 7 Agustus 2013, para marinir mengambil alih kapal. Yang terluka diberi perawatan medis. Dalam huru-hara tersebut, 30 aktivis dan 15 penjaga Phoenix terbunuh, 60 terluka, termasuk penjaga dan penumpang. Di pihak marinir Hoth, 10 terbunuh dan 15 terluka, 5 diantaranya mengalami kondisi serius. Kapal Nirvana di kawal menuju pelabuhan Yavin, dan awak kapal, penjaga dan penumpang dibawa ke penjara pusat Yavin.
  10. Sebagian penumpang Nirvana dibebaskan dengan cepat, sementara sebagian yang lain di tahan untuk diperiksa lebih lanjut. The Peppermint Express kemudian menerbitkan sebuah rangkaian wawancara dengan beberapa yang telah dibebaskan. Salah satunya, pemenang penghargaan Nobel kedamaian,Arthur Weasley, menyatakan bahwa tentara Hoth saat itu “menembaki warga tidak bersalah secara babi buta”. Ia mengklaim bahwa saat itu membawa banner dan “dengan damai” memprotes dengan beberapa penumpang lain, saat sebuah peluru menuju kea rah mereka dan menembak mati salah satu protester tepat di depannya. Seorang pendeta dari Konoha menyatakan bahwa peluru-peluru berterbangan hingga pada suatu titik dia tidak tahu lagi peluru mana yang berasal dari tentara Hoth dan peluru mana yang berasal dari protester. Phoenix kemudian mengklaim bahwa seluruh penjaga yang ikut hanya membawa senjata bela diri ringan.
  11. Operasi Blue menarik perhatian Internasional. Demonstrasi diadakan di kota-kpta besar di Hogwarts untuk menekan pemerintah agar mengambil tindakan “sungguhan” menghadapi Hoth. Dalam sebuah konferensi pers, presiden Hogwarts mencela operasi Blue sebagai pelanggaran serius dalam Hukum Humaniter Nasional.
  12. Dihadapkan dengan tekanan internasional, pada bulan September 2013, Hoth melakukan sebuah penyelidikan terhadap operasi Blue. Komandan Jango menghadiri penyelidikan tersebut dan mengaku telah memerintahkan (open fire) untuk membela diri. Ia mengklaim bahwa sebagian besar orang yang berada di kapal bersenjata dan bengis. Beberapa marinir bersaksi bahwa sebagian penumpang menggunakan “seragam yang mirip militer” dan jelas jelas membawa senjata api berat. Mereka mengklaim bahwa mereka mengira pria pria bersenjata tersebut adalah tentara Hogwarts karena mereka “terlatih dengan baik dalam kombat”. Menurut anggota-anggota komando, banyak aktivis dan penjaga Phoenix melempar senjata mereka ke air sebelum menyerah.
  13. Satu bulan setelah Operasi Azul, Hoth membuat pernyataan bahwa mereka menolak mengakui adanya serangan militer di Yavin dan berjanji untuk melonggarkan kendali impor. Pada Oktober 2013, sebuah laporan diterbitkan oleh menteri pertahanan Hoth yang menyimpulkan bahwa eksekusi operasi Blue sah secara hukum, dengan keamanan nasional dan pertahanan diri sebagai dasarnya.
  14. Kesimpulan dari laporan Hoth diserang oleh skeptimisme. Hogwarts, Konoha dan berbagai negara-negara lainnya menyatakan bahwa penyelidikan tersebut merupakan sebuah penipuan dan mendorong United Nation untuk melakukan sebuah investigasi independen. Pada November 2013, UN secretary-general menunjuk sebuah penal yang berisi ahli-ahli hukum untuk menginvestigasi Operasi Blue
  15. Pada Januari 2014, panel ahli-ahli tersebut membuat sebuah laporan pendahuluan yang menyimpulkan bahwa komando Hoth terlah menggunakan kekuatan berlebihan. Panel tersebut menemukan bahwa seluruh kerugian yang diderita oleh pada aktivis disebabkan oleh tembakan peluru, sebagian dari mereka dalam jarak dekat atau dari belakang. Menurut kaporan tersbut, jurnalis terkemuka Neville Longbottom sedang merekam kejadian tersebut dengan video saat tertembak di kepala. Seorang insinyur tertembak saat sedang mencoba memutuskan sistem listrik kapal. Sebagian yang lain terluka oleh tembakan api ketika sedang melayangkan pisau kea rah para tentara. Sebagian penjaga Phoenix terbunuh atau terluka saat sedang menuju ke perahu darurat di Nirvana. Laporan tersebut tidak memiliki bukti dasar atau senjata tersembunyi di kapal Nirvana.
  16. Sebagai tindak lanjut dari tindakan penyerangan terhadap demonstran, blokade kota Yavin, dan Operasi Azul, Dewan Keamanan PBB sepakat untuk merilis Resolusi DK Nomor 777 sebagai bentuk formal dari pengecaman terhadap seluruh tindakan Hoth dan mengesahkan penggunaan Angakatan Bersenjata untuk “mengembalikan perdamaian Internasional dan keadaan keamanan sekitarnya”. Hogwarts memimpin pasukan koalisi ini, dimana Konoha ikut sebagai anggota dari pasukan ini beserta 11 negara lain, turut diantaranya Pasukan ini memberikan bantuan kepada PPH, baik berupa perlengkapan maupun pelatihan.

 

INSIDEN BOM CURAH

  1. Dengan pasukan koalisi ini, pertempuran berlangsung dengan cepat dan kemenangan strategis dicapai pasukan koalisi. Pada suatu pertempuran,sebuah serangan rudal jelajah menghantam Kantor Pusat TRH di dekat Bespin, menyebabkan terbunuh dan terlukanya beberapa perwira senior. Namun, pada serangan ini Jenderal Ren sedang tidak berada di gedung tersebut. Jenderal Ren segera mengatur seluruh tentara Hoth di wilayah . Pertempuran memperebutkan kuasa atas Bespin dan wilayah sekitarnya semakin meningkat.
  2. Dalam usaha untuk membantu tentaranya menguasai Bespin, Jenderal Ren memerintahkan agar segera mempersiapkan serangan artileri dari utara, dengan maksud mengarahkan tentara-tentara Koalisi dan penduduk sipil keluar dari area kota tersebut, supaya angkatan bersenjata Hoth dapat menempati wilayah tersebut. Bagian utara Bespin dianggap sangat penting, karena disana terletak sebuah bandar udara kecil yang bersebelahan dengan pangkalan militer yang besar, pabrik-pabrik kimia dan industri terkait, yang memproduksi logam khusus dan produk-produk plastik. Namun, beberapa karyawan juga tinggal di dalam dan sekitar industri-industri ini.
  3. Pada tanggal 28 Maret 2014, Komandan Artileri dibawah Jenderal Ren, Brigjen Jabba mem-briefing petugas Hoth:

 

2 serangan artileri pertama akan ringan dan diarahkan secepatnya sepanjang bagian utara Bespin dengan perbedaan waktu 3 menit. Tujuannya adalah untuk memperingatkan penduduk sipil sehingga mereka dapat mengungsi. Kita tidak dapat menunggu lebih lama lagi karena prajurit mereka akan menargetkan posisi-posisi kita dan pasukan mereka akan dipersiapkan. Untuk mengelabui mereka, kita juga akan menargetkan bagian selatan kota dengan serangan serupa. Pabrik kimia terletak di sebelah selatan sungai dangkal dan kamp militer terletak di antara pabrik dan Bespin. Saya bekerja di pabrik kimia bertahun-tahun yang lalu. Ada sebuah kecelakaan dimana sebuah tangki dirusak. Awan kimia yang dihasilkan mengalir diatas tanah pada ketinggian sekitar tiga sampai empat meter. Dengan meledakkan tangki-tangki kimia, awan ini, dengan bantuan angin utara, akan bergerak menuju pangkalan militer tersebut dan menghalangi pandangan para prajurit bertahan ke pasukan kita yang menyebrangi sungai. Itu akan memberikan kita keuntungan taktik militer. Namun, kembali ke serangan.

 

Setelah 2 serangan pertama, kita akan mengerahkan seluruh senjata yang ada ke sektor utara. Kita harus menyerbu pangkalan militer tersebut, jika tidak, maka serangan tersebut akan gagal. Pangkalan tersebut dijaga ketat maka dari itu kita akan menembaki pabrik kimia dengan serangan artileri ketiga dan terus ditembakkan hingga menyeberangi bagian utara sehingga akan tercipta gangguan maksimal. Serangan-serangan ini, ditambah dengan awan kimia yang terbawa angin akan menyusahkan prajurit bertahan untuk melihat datangnya prajurit kita. Serangan ini harus dikoordinasikan dengan seksama dengan serangan tentara.”

 

Jenderal Ren menambahkan:

Kita juga harus berhati-hati terhadap barisan bersenjata mereka yang ditempatkan sejauh 30km dari sisi timur Bespin. Barisan tersebut diperkuat oleh tank-tank milik Pasukan Koalisi dan pengangkut personel lapis baja. Sangat mungkin mereka akan mencoba dan memperkuat pangkalan militer dengan angkatan bersenjata diatas, sehingga akan sangat penting apabila kita dapat merebut pangkalan tersebut sebelum mereka mendarat. Kita dapat memperlambat pergerakan mereka dengan menggunakan meriam amunisi curah 155mm. Namun, senjata tersebut hanya dapat digunakan untuk memperlambat barisan bersenjata mereka.”

  1. Pada tengah hari tanggal 3 April 2014, serangan terhadap Bespin dimulai. Setelah serangan artileri pertama, beberapa penduduk sipil mulai meninggalkan Bespin sektor utara, namun sebagian besar penduduk sipil berlindung di dalam gudang bawah tanah yang mereka miliki, menganggap bahwa serangan akan berhenti sebentar lagi. Serangkan artileri ketiga menghancurkan tank kimia yang mengeluarkan sebuah awan yang mengandung bahan kimia yang menyebar ke seluruh pangkan militer dan lingkungan sekitarnya. Dalam pertempuran setelahnya, pangkalan militer yang sebelumnya dikuasai pasukan koalisi berhasil direbut. Seratus tentara Koalisi terbunuh dan beberapa ratus lainnya terluka dalam pertempuran tersebut, serta seratus penduduk sipil terbunuh dan ribuan lainnya terluka, sebagian besar menderita luka kulit dan sistem pernafasan akibat awan yang mengandung bahan kimia. Koalisi balik menyerang dengan barisan bersenjata mereka namun terhenti disaat Hoth menggunakan bom curah artileri mereka. Dalam beberapa minggu berikutnya, dua puluh lima orang termasuk anak-anak menderita cacat organ tubuh akibat sisa-sisa bom yang belum meledak.
  2. Pada hari berikutnya, Koalisi menyerang balik untuk merebut kembali Bespin sektor utara dan mengejar prajurit Hoth sampai kedalam Hoth. Dengan berlanjutnya pertempuran, Kolonedl Joy menyadari bahwa angkatan bersenjatanya akan segera dihancurkan. Jenderal Ren lalu memerintahkan Brigjen Jabba untuk menggunakan meriam bom curah artileri 155mm. Penggunaan meriam-meriam ini menyebabkan prajurit Koalisi diperlambat pergerakannya, yang memberi waktu bagi angkatan Hoth untuk kembali berkelompok. Setelah pertempuran yang sengit, Koalisi mundur ke bagian perbatasan.
  3. Setelah pertempuran ini, Pasukan Koalisi menemui jalan buntu dan tidak dapat melakukan serangan lanjutan. Dikarenakan kerugian dari Hoth sudah sangat banyak dan Pasukan Koalisi tidak dapat melakukan serangan lanjutan, keduanya sepakat untuk melakukan gencatan senjata.

Serangan terhadap Markas PMN

  1. Dengan disepakatinya perjanjian gencatan senjata, pada 10 Mei 2014 Dewan Keamanan PBB kembali mengeluarkan resolusi 782 yang memberikan pernyataan bahwa:
    1. Menuntut Hoth untuk tunduk kepada peraturan dalam hukum internasional, termasuk hukum humaniter nasional, hak asasi manusia, dan memastikan jalur suplai bantuan kemanusiaan yang cepat dan tanpa halangan
    2. Memperbolehkan pembuatan Pasukan Multi Nasional(PMN) untuk melindungi rakyat sipil dan daerah non militer serta untuk mengendalikan keamanan.
    3. Memperbolehkan negara anggota Pasukan Multi Nasional untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menjalankan mandat yang ada.

Pada 12 Mei 2014 Presiden Anakin menyetujui untuk tunduk pada resolusi 782 dan menyetujui untuk penempatan PMN di Hoth. Hogwarts dan Konoha juga termasuk dalam negara yang berkontribusi mengirim pasukannya dalam PMN.

  1. Meskipun PMN sudah ditempatkan dalam Hoth, pertempuran antara TRH dan PPH masih terus berlanjut. PMN bahkan harus melakukan perlawanan yang sengit terhadap Pasukan Hoth ketika TRH menembaki daerah rakyat sipil dengan tujuan untuk mengambil alih kndali dan menguasai daerah yang dikuasai PPH. Bahkan, terjadi sebuah insiden serangan udara yang salah sasaran pada pos PMN yang menyebabkan 7 personel gugur dan belasan terluka. Sebuah sumber tanpa nama menyebutkan bahwa hubungan antara Jenderal Ren dan Brigjen Maul sejak sebelum intervensi Pasukan Koalisi menjadi tidak harmonis dan menjadi bertentangan satu sama lain.
  2.  Presiden Anakin secara tiba-tiba  menyatakan bahwa PMN “dikerahkan untuk memfasilitasi perubahan rezim” yang merupakan “pelanggaran secara terang-terangan” terhadap kedaulatan Alin. Presiden Anakin menyatakan keputusan ini dibuat karena PMN terbukti memberikan pelatihan terhadap PPH. Jenderal Albus, pemimpin dari PMN menyatakan bahwa PMN memang memberikan pelatihan, tetapi hal ini dilakukan untuk mencegah TRH melakukan serangan berikutnya yang lebih eksesif. Bahkan, Jenderal Albus mengakui PPH dan PMN bertukar informasi intelejen, tetapi kembali hal ini ditujukan untuk meningkatkan pengamanan Yavin.
  3. Sejak 8 Juni 2014, pertempuran menjadi semakin kuat. Di Yavin, PMN menangkis pergerakan TRH ke selatan dan mencoba melindungi warga sipil dari efek pertempuran. Sementara komunikasi antara PMN dan TRH menurun. Sementara para staff sedang mengadakan pertemuan di Yavin, pada tanggal 15 Oktober, dimana Brigjen Maul hadir, Jendral Ren meminta “melakukan langkah-langkah untuk mengakhiri pendudukan illegal pasukan internasional.
  4. Pada tanggal 10 Juni 2014 pagi, terjadi tembakan intensif di pinggiran kota Yavin antara TRH dan ALA. Pada siang hari, 4 mobil dan minivan mendekati markas PMN; sekitar 20 penumpang di 4 kendaraan tersebut mengaku sebagai warga sipil yang terlantar akibat pertempuran pagi. Kendaraan tersebut dipenuhi dengan barang-barang pribadi. Para penumpang berkata kepada prajurit PMN bahwa mereka sedang dikejar oleh TRH karena mendukung PPH. Mereka meminta perlindungan di Markas PMN. Pada saat iu, selusin prajurit PPH sedang berada  dalam Markas PMN.
  5. Berdasarkan laporan PMN, Jenderal Albus akhirnya memerintahkan penggeledahan kendaraan tersebut untuk memastikan tidak ada senjata atau barang berbahaya yang disembunyikan sebelum kelompok in dibolehkan memasuki Markas. Ketika mereka diperintakan untuk ke area inspeksi, kendaraan tersebut tiba-tiba menuju kearah anggota PMN dengan kecepatan tinggi disertai tembakan. Lusinan granat dan peledak dilemparkan ke bangunan dan personil didalam pos. walaupun PPH dan PMN menyerang balik dan memukul mundur penyerang, serangan mendadak mengakibatkan 3 orang tewas dan 2 pejuang PPH luka-luka, serta 10 orang tewas dan 15 tentara PMN terluka. Kendaraan tersebut kemudian bergegas meninggalkan Markas. Tiga penyerang yang terluka tidak dapat melarikan diri ditangkap oleh PMN dan menerima perawatan medis. Mereka akhirnya mengakui bahwa mereka adalah anggota TRH.
  6. PMN mengutuk serangan ini dan meminta pemerintah Hoth untuk memastikan penyerang bertanggung jawab terhadap korban PMN yang mati dan luka-luka. Jenderal Ren merespon bahwa ia tidak tahu mengenai serangan tersebut dan para penyerang bukanlah dibawah kontrolnya. “Kita tidak bisa mencegah semua kekerasan spontan dan menghilangkan kebencian masyarakat,” ungkapnya. Namun, Obi Wan, pemimpin dari serangan tersebut, mengakui dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera bahwa serangan mereka dikoordinasi  direncanakan oleh TRH, dan bahwa ia telah dambut secara pribadi oleh Brigjen Maul untuk kesuksesan operasi tersebut. Laporan dari Perlindungan HAM menyatakan bahwa serangan tersebut kemungkinan dilakukan oleh unit TRH yang telah berpisah dari TRH.

AKHIR PERTEMPURAN

  1. Sebagai dampak dari berbagai tindakan tersebut, berbagai kecaman semakin diarahkan kepada Pemerintahan Hoth. Dikarenakan perlawanan PPH yang semakin gencar, tekanan dari dalam maupun luar negeri, Presiden Anakin mengundurkan diri pada 17 Agustus 2014. Setelah kontak senjata dinyatakan terhenti, pemilihan presiden Hoth yang baru diadakan dengan bantuan dari PMN. Kolonel Solo sebagai pemimpin PPH dinyatakan sebagai presiden Hoth yang baru. Dikarenakan pergantian posisi berbagai jabatan penting, Jenderal Ren sudah tidak berada di posisinya lagi. Korban dari berbagai kekerasan di rezim sebelumnya pun menuntut investigasi yang layak dan hukuman yang pantas terhadap mereka yang bertanggung jawab.
  2. 12 Januari 2015 pemerintahan Hoth memberikan rujukan (referral) terhadap Mahkamah PidanaInternasional (ICC) terhadap kejadian yang berlangsung dari Februari 2013 hingga Juni 2014. Jenderal Ren ditangkap oleh pemerintahan Hoth dan diserahkan kepada ICC berdasarkan perintahan penangkapan yang dibuat ICC.
  3. Pra Peradilan I ICC akan memutus untuk mengkonfirmasi empat dakwaan untuk dari Penuntut ICC terhadap Jenderal Ren:

Dakwaan I

Terhadap insiden terhadap warga sipil di Yavin pada Februari 2013 dengan pertanggungjawaban individu, dengan melakukan secara sendiri, secara bersama-sama, maupun melalui orang lain(Pasal 25(3)(a))

  • Kejahatan Perang Pemerkosaan berdasarkan Pasal 8(2)(e)(vi)

Dakwaan II

Terhadap insiden di laut Aldeeran pada Agustus 2013 dalam “Operasi Azul” dengan pertanggungjawaban kriminal sebagai komandan (Pasal 28(a))

-Kejahatan Perang dengan sengaja mengarahkan serangan terhadap populasi sipil atau terhadap individu sipil yang tidak terlibat dalam kontak senjata berdasar Pasal 8(2)(b)(i) atau Pasal 8(2)(e)(i)

Dakwaan III

Terhadap serangan artileri amunisi curah yang dilakukan TRH pada April 2014, dengan pertanggungjawaban kriminal individu untuk memerintah, mengajak atau membujuk (pasal 25(3)(b))

  • Kejahatan perang dengan sengaja melakukan serangan dengan sepengetahuan bahwa akan menyebabkan kematian atau cidera terhadap rakyat sipil dan kerusakan terhadap obyek rakyat sipil atau lingkungan yang berlebihan dibandingan dengan manfaat militer yang dicapai

Dakwaan IV

Terhadap serangan terhadap Markas PMN  di pinggiran kota Yavin pada Juni 2014, dengan dasar pertanggungjawaban kriminal inividu untuk memerintah, mengajak atau membujuk (pasal 25(3)(b)):

  • Kejahatan perang, membunuh atau melukai individu milik suatu Negara atau tentara dengan licik sesuai pasal 8(2)(b)(xi); atau kejahatan perang membunuh atau melukai musuh kombatan dengan licik sesuai pasal 8(2)(e)(xi) Statuta Roma

 

Catatan:

Seluruh negara yang terlibat dalam kasus ini merupakan pihak dari perjanjian-perjanjian ini:

  • Konvensi Jenewa 1949 (I-IV)
  • Protokol Tambahan I dan II tahun 1977 dari Konvensi Jenewa 1949
  • Piagam PBB
  • Statuta Roma
  • Konvensi terhadap Keamanan Personel PBB dan Personel Terkait
  • Konvensi Senjata Konvensional (CCW)
  • Konvensi Vienna 1969
  • UNCLOS 1982